Perjalanan Menuju Kesuksesan

Cerita motivasi

Perjalanan Menuju Kesuksesan

By.Ahmad Fajri

          Namaku Supriyatno,hidupku sangatlah sederhana.Keluargaku pas-pasan yah itulah kehidupanku.Aku sekolah di MAN Sumpiuh kelas XII ,aku akan memutuskan tidak sekolah lagi setelah lulus sekolah ini ,Setelah pulang sekolah aku langsung bekerja di sebuah perempatan bernama Buntu “air minum-air minum ,tahu-tahu,rokok-rokok????”itulah keseharianku setelah pulang sekolah,pekerjaanku yang aku jalani sangat didukung oleh keluargaku terutama Ayahku.Ayahku seorang guru SD dengan gajih yang pas-pasan pada waktu itu.Aku bekerja bersama saudaraku Kolis,Mahfud,dan Iman dialah saudara-saudaraku yang paling aku sayangi.Setelah lulus MAN aku masih tetap berjualan,setelah beberapa tahun kami memutuskan untuk merantau sebab pekerjaan ini terasa semakin berat dan kamipun ingin bangkit.Aku merantau ke Sumatra Selatan tepatnya di Kota Lubuk Linggau,ketika itu Ibu dan Ayahku tidak setuju dengan keputusan yang aku ambil.Akhirnya setelah beberapa hari Ibu dan Ayahku memutuskan untuk mengizinkanku merantau.

Aku tidak dibekali apa-apa dari Ibuku dan Ayahku,ketika itu aku masih mempunyai tabungan sebesar Rp.50 ribu dari hasil penjualan dagangan asonganku sebelum aku berhenti bekerja lagi.Waktu itu sandal jepit kesayanganku rusak dan klepnya terputus ,akupun meminta pada Ibuku untuk membelikanya,Ibuku juga tidak membelikanya sebab waktu itu keuangan keluarga kami sungguh pas-pasan,untuk makan saja sulit apalagi untuk membelikan sepasang sandal untuku,akhirnya aku memperbaikinya.Saat nyalah aku pergi merantau dengan baju yang kusam,sandal jepit perbaikanku,aku pergi bersama Pak Lik ku.Sedih dan terharu rasanya yang aku rasakan ketika meninggalkan kampung halamanku.

Setibanya di Lubuk Linggau,Sumatra Selatan aku n’dekos disebuah kontrakan di dekat Rumah Sakit.Hidupku disitu juga pas-pasan,kadang-kadang aku tidak makan selama beberapa hari.Aku disana sering menjalankan puasa Senin-Kamis dan sholat Tahajud sebab menurut Orang Tuakau jika kita menjalankan seperti itu maka kita akan dimudahkan jalanya,akupun menuruti semua perkataan Orang tuaku itu.Aku di tempat perantauanku berjualan Jamu Tradisional,aku berkeliling bolak-balik di komplek perumahan “jamu-jamu pak?bu?”.Adzan dzuhur telah berkumandang,saatnyalah aku bergegas melakukan ibadah sholat dzuhur,aku masuk ke sebuah masjid di situ aku sholat dan berdoa dengan khusyu untuk meminta dilapangkan jalanku.Setelah dari masjid aku langsung melanjutkan berdagang kembali.Waktu menunjukan Pukul 04.30 WIB saatnyalah aku kembali ke rumah kos,setelah aku sampai  di rumah kos,aku melepas lelah sebentar setelah aku melepas lelah saatnyalah aku sholat asyar dan berdoa.

Beberapa tahun aku disana,usahaku semakin berkembang ,sedikit demi sedikit uang aku kumpulkan dan sisanya aku kirimkan uangku kepada keluargaku di kampung.Suatu hari aku bertemu dengan gadis cantik,dan saatnyalah pencarian cinta sebab selama ini aku belum pernah mencintai lawan jenisku ,aku berkenalan denganya ternyata dia adalah anaknya Pak Parman seorang petugas kantor pos langganaku untuk mengirimkan uang kepada keluargaku,dia bernama Novi Wulandari dan akhirnya kita berdua berpacaran.Beberapa tahun kita berpacaran dan aku akhirnya memutuskan untuk menikah,tetapi sebelumnya  aku pengin pacarku berubah agama sebab dia masih menganut agama Kristen yang berlainan dengan agamaku yaitu Islam,suatu hari keluarga pacarku mendapatkan mukzizat dari Allah SWT dengan bergantinya agama mereka menjadi agam Islam.Saat itulah aku harus menurunkan Ilmuku kepada mereka yaitu berlatih membaca AL-Qur’an dan Sholat ,beberapa bulan aku mengajarinya dengan penuh kesabaran aku membimbing mereka akhirnya mereka bisa membaca AL-Qur’an dan berlatih sholat.Sekarang adalah hari pernikahanku dengan gadis cantik bernam Novi Wulandari.Kamipun menikah dan dikaruniai dua anak bernama Lia Fatimah Azahro dan Muhamad Iqbal Alfriansyah.

Setelah beberapa tahun aku bedagang berjualan jamu tradisional,usahaku semakin berkembang pesat setelah aku berkeluarga.Akupun memutuskan untuk membuka toka pertamaku yang aku beri nama ‘SATRIA’ kata itu aku ambil dari symbol Kabupatenku Banyumas.Penghasilanku semakin bertambah hingga mencapai Rp.65 juta per hari.Akupun memutuskan untuk membeli mobil keluaran terbaru yaitu ‘INOVA’.Setelah aku membeli mobil aku terus mengembangkan bisnisku dengan membuka 5 cabag apotik di Kota Lubuk Linggau.

Lebaran Idul Fitri telah tiba  aku pulang ke kampong halamanku bersama keluaraga kecilku,kami pulang menggunakan mobil baruku.Setelah aku sampai bersama keluargaku di kampong halamn,tetangga-tetangga di sekitar rumahku takjub dengan kesuksean yang aku raih yang dulunya hanyalah pedagang asongan di peremptan.Tiba-tiba salah satu temanku mengatakan bahwa Mahfud menjadi arsitek di Jakarta dia telah menciptakan berbagai gedung pencakar lagit disan,Kolis menjadi apoteker di Solo,dan Iman menjadi pengusaha plastik.Akhirnya aku sukses !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

bErAwaL DaRi PeDaGaNg aSonGaN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s